Patung Dewi KWAN IM Berusia 7 Abad Muncul Di Mitra

Posted by CahayaSiang






 MITRA,-CAHAYASIANG.com. Setelah kurang lebih 7 Abad lamanya, akhirnya ditemukanlah siapa orang sesungguhnya sebagai pewaris dari patung Dewi Kwan Im. Serta sejumlah barang berharga lain-nya yang diyakini milik Dinasty Ming dari Tiongkok, yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara.
Siapa yang bisa menyangka, seorang ibu paruh baya yang sehari-harinya berprofesi tukang bobaso (Red. Pencuci pakaian) ternyata .adalah pewaris tunggal dari sejumlah barang yang  berharga tak ternilai dari Dinasty Ming.
Ternyata, Non Mince, adalah keturunan ke 7 dari si pemilik barang, yang hidup apa adanya dirumah gubuknya yang jauh dari layak sebagai tempat tinggal di Desa Silian Selatan Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Ditemui di rumah yang baru dibelinya beberapa bulan yang lalu dari hasil penjualan dari salah satu barangyang diwariskan, Non Mince, yang bermarga asli Tan dan marga Lim, langsung menyapa ramah, dengan dialek manado yang kental,  mo lia itu barang  ?" …(Red. ingin lihat barangya …) sambil mempersilahkan dan menunjukkan ke arah letak barang-barang peninggalan Dinasty Ming. Kesempatan singkat ini langsung dimanfaatkan untuk melihat lebih dekat lagi atas sejumlah barang yang berjejer rapih di salah satu sudut rumah.
Benda-benda berharga ini didapatkannya, seperti cerita tante Non, ia adalah orang ke 50 yang diberi kesempatan mencoba membuka sebuah brankas dengan menggunakan kepingan koin logam sebagai kuncinya. Sesuai petunjuk yang ada, siapa yang berhasil membuka brankas tersebut, maka dialah yang berhak atas seluruh isi dan wasiat yang ada didalamnya.
Tante Non, tidak bersedia menceritakan secara lengkap proses awal hingga dievakuasi barang-barang tersebut ke rumahnya yang baru, dengan alasan keamanan. Saat ditanya jenis barang apa saja yang menjadi hak warisannya, dengan sedikit hati-hati, tante Non, mengatakan pasti ada, selain yang telah di pajang dan dilihat semua orang, tanpa merinci barang berharga lainnya. Nanti saja setelah dikeluarkan baru boleh diceritakan, sambung tante Non.
Yang lebih unik lagi, seluruh barang yang ada memiliki manfaat masing-masing diluar akal dan logika manusia. Seperti Bola Kristal, akan menerangi ruangan dikala gelap walau Bola Kristal tersebut tidak dihubungkan dengan sumber listrik. Bola Kristal ini menjadi terang dalam kegelapan Benda unik lainya, sebuah Guci warna cokelat berukuran sedang, didalamnya ada air setinggi 3 jari orang dewasa, dimana setiap mengambil airnya, maka air di dalamnya akan bertambah sendiri sejumlah yang diambil dari dalamnya. Sehingga tante Non, menyebutnya sebagai air kehidupan, dimana airnya tidak pernah habis atau kering di dalam guci tersebut.
Dari seluruh barang yang ada, kecuali patung Dewi Kwan Im, seperti Meja Giok Naga Kuku Lima, Bola Kristal, Arca, Piring Anti Basih, Guci Besar, Guci Sendang, menurut tante Non, telah ada yang mau membeli dengan tawaran tertinggi Rp. 7 millir, pembelinya dari luar negeri seperti dari Hongkong, Taiwan, Bangkok, Korea dan Belanda.
Jika Tuhan berkenan atas warisan ini dan dapat terjual, maka bagi tante Non, itu semua hanyalah titipan dari yang Maha Kuasa terhadap dirinya, untuk kemudian dapat mensejahterahkan masyarakat, keluarga, terutama bagi pembangunan tempat-tempat ibadah tanpa memilih dari agama manapun. Karena ia menyadari, betapa sulitnya hidup ini seperti yang dialaminya sebagai tukang bobaso demi sesuap nasi bagi keluarganya, untuk menyambung hidup.



sumber : suaramanado.com
editor : carollapian


Blog, Updated at: 25.5.13

BPJN XI SULUT GORONTALO

Video Kategory

Translate

Total Tayangan Laman

Google+ Badge